Enjoying four different seasons in Tasmania


Tasmania merupakan negara bagian yang terletak paling selatan dari Australia. Tasmania mempunyai musim yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan negara bagian lain daratan utama Australia. Di Tasmania, kita akan benar-benar merasakan kondisi iklim dan cuaca yang berbeda signifikan pada setiap musim, yakni musim panas (summer), musim gugur (autumn), musim dingin (winter), dan musim semi (spring). Walaupun kita tidak akan mendapatkan salju di seluruh kawasan Tasmania, namun kita masih bisa merasakan betapa dinginnya musim dingin di sini dan hal ini yang terkadang menjadi tantangan utama bagi mahasiswa yang berasal dari negara tropis seperti Indonesia.

Data from Bureau of Meteorology. Official records for Australia in January; Daily Extremes. http://www.bom.gov.au/cgi-bin/climate/31 July 2013. Accessed 06 April 2015

Data from Bureau of Meteorology. Official records for Australia in January; Daily Extremes. http://www.bom.gov.au/cgi-bin/climate/31 July 2013. Accessed 06 April 2015

Cuaca pastinya menjadi salah satu bahan pertimbangan utama saat kita akan memilih lokasi untuk studi. Banyak diantara teman saya atau juga para calon mahasiswa dari Indonesia yang mengira bahwa mereka (termasuk saya dulu!!) tidak akan tahan untuk tinggal di Tasmania karena suhunya yang terkenal lebih dingin dibandingkan dengan daerah lain di Australia.

Is that true?? Yes, you are absolutely right!!

YES, suhu akan sangat berbeda apabila kita bandingkan dengan Indonesia, BUT it’s not true that we couldn’t able to stay in here (Coba lihat Climate Data for Tasmania 2002-2012). Kuncinya.. “Be prepared!!!”. Ada beberapa hal yang bisa kita persiapkan untuk menghadapi musim dingin ataupun cuaca yang mungkin tidak bersahabat:

‘There is no such thing as bad weather — just bad clothes’

Pakaian merupakan salah satu kunci utama dalam menghadapi kondisi iklim dan cuaca yang ekstrim. Beberapa pakaian yang bisa dikenakan saat musim dingin, diantaranya duckdown jacket (jaket bulu angsa), thermal underwear, syal, kaos kaki, sepatu boot, dan penutup kepala seperti hoody dan beanie.

Baju2

Pakaian-pakaian tersebut akan menjaga tubuh kita tetap hangat dan sangat berpengaruh saat cuaca dingin mulai datang. Cuaca di Tasmania bisa berubah drastis dalam sehari, seakan ada 4 musim dalam sehari. Panas, hujan dan angin bisa datang bergantian dalam waktu 24 jam. So believe me, kalau tinggal di Tasmania kita ga akan pernah salah kostum.

Selimut listrik (electric blanket) dan pemanas (heater)

Saya pribadi masih suka kagum dan salut pada Richard Zimmerer yang menemukan electric blanket, haha!! Bagi saya, alat ini brilian banget, karena sangat membantu menghangatkan badan saat tidur dalam kondisi dingin (Tidak terbayang bagaimana tersiksanya tidur dengan kondisi menggigil kedinginan). Tinggal dipasang di atas kasur, dan…. anget deh. Tapi jangan lupa dipasang dulu colokan listriknya kemudian disesuaikan tingkat kehangatan dari electric blanket sesuai yang diperlukan.

Jika dibandingin dengan heater, alat ini juga jauh lebih hemat. Electric blanket hanya membutuhkan 75 – 100 watts, sedangkan heater membutuhkan energi mencapai 600 – 2.400 watts. So, don’t worry dengan tagihan listrik karena menggunakan electric blanket akan lebih murah.

Obat-obatan

Saat udara cukup dingin, bibir dan kulit akan terasa lebih kering dan pecah-pecah. Bahkan percaya atau tidak, sebagian dari kita juga merasakan iritasi dan gatal-gatal. Jadi, untuk jaga-jaga, tidak ada salahnya kita menggunakan pelembap kulit dan lipbalm.

Makanan hangat

Finally, menjaga asupan makanan mungkin ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan kondisi tubuh dari dalam. Mengkonsumsi makanan hangat seperti aneka sup ataupun meminum jahe hangat merupakan pilihan terbaik untuk kesehatan saat musim dingin.

So, enjoy…

Bagaimana, sederhana kan?? Musim dingin tidak akan terasa begitu menakutkan, kalau kita sudah punya persiapan. On top of that, menurut saya tinggal di Tasmania merupakan salah satu “pengalaman terbaik” saya saat belajar di Australia. Kita akan menikmati “the art of living in 4 seasons” yang tentu saja tidak akan kita dapati di Indonesia. Dengan suhu udara yang berbeda, kita juga akan disuguhkan dengan lingkungan dan alam yang tentu saja akan jauh berbeda dari daerah tropis. Jadi, tidak hanya merasa bahagia menikmati indahnya spring dan summer, tapi juga merasa nyaman saat autumn dan winter.

Enjoying four different seasons in Tasmania

Enjoying four different seasons in Tasmania

Ditulis oleh Afifah Nasukha

2 responses to “Enjoying four different seasons in Tasmania

  1. Bestnya..sy n husbend ada plan nak ke futhrr study d sana.skrg lagi cari2 informasi mengenai life n ofcouse penerimaan masyarakat di sana.kalau anak2 kecil,d mana mereka boleh bersekolah?

    Like

Leave a Message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s